Welcome to penuliscilikbisa.blogspot.com...selamat datang di penuliscilikbisa.blogspot.com

Sabtu, 11 Oktober 2014

Temanku.... terbaikku....



Winda namanya,s eorang remaja berusia  13 tahun winda memiliki karkter pendiam dan ia mempunyai senyuman yang manis,mata yang bulat bulu mata yang lentik dan pipi yang chubby,tetapi ia selalu bertanya mengapa ia tidak bisa membuat orang lain tertawa,seperti sahabatnya yang bernama cahaya,cahaya adalah sahabat terbaik winda mereka telah bersahabat sejak kelas 3SD,memang kelas 1 mereka selalu bermusuhan.
Pagi-pagi sekali Winda dan Cahaya sudah ada di kantin mereka sedang membicarakan tentang  kliping Pkn.
”Aya kamu sudah sarapan belum?” tanya Winda pada Cahaya
”sudah, kamu?” tanya Cahaya

”yah... aku belum” balas winda
”ya sudah kamu pesan siomay saja, aku sih teh manis aja deh
Tak berapa lama bel masukpun berbunyi Winda dan Cahaya pun masuk kelas.
Sesampainya di kelas Winda dan Cahaya langsung duduk bersebelahan.
”Winda kamu sudah ngerjain matematika belum”tanya April pada Winda”aku sudah kamu mau liat”cetus Cahaya”enggak ah aku liatnya ke Winda aja kalo aku liat kamu nanti nilai aku jelek semu lagi”balas April”ya udag gak usah gitu juga kaleee”balas cahaya dengan kesal.tak lama pelajaranpun dimulai kali ini pelajaran pertama adalah pelajaran kesukaan Winda karna kali ini mereka mempelajari seni tari,”Cahaya kita sekelompok yuk...”ajak Winda”ngapain aku sekelompok sama kamu mendingan aku sama Ana aja”kata Cahaya dengan suara agak keras”kok kamu gitu sih Aya”jawab Winda yang kaget mendengar sahabat terbaiknya bicara seperti itu.”Winda kok kamu gak bareng aya?”tanya Aca”tau tuh.”jawab Winda agak kesal”kamu lagi marahan  ya”tanya Aca”udah Ca diam...”Winda pun sangat marah dan ia pun langsung keluar kelas.
“Dear diary hari ini aku sedih banget karna aku sudah menyakiti hati sahabat ku sendiri dan itu semua hanya karna dia lebih pintar dari aku padahal aku bisa belajar dari hal itu aku menyesal sekali,tapi aku berjanji aku akan meminta maaf pada winda”sebuah tulisan tangan sudah mengisi diary Cahaya,lalu Winda melintas di depan Cahaya bersama Aca tetapi ia tidak menyapa Cahaya hal itupun menambah  rasa bersalah Cahaya,sabtu minggu hari hari yang biasanya happy saat itu menjadi hambar.
Hari senin ,upacarapun dimulai and tiba-tiba “bruk...”Cahaya terjatuh ternyata ia pingsan Winda pun lansung panik dan meminta tolong ia punlangsung mengikuti ustadzah membawa cahaya,Windapun menemani Cahaya sadar,akhirnya Cahaya pun sadar”Winda””kamu disini dari tadi”tanya Cahaya,Winda hanya mengagguk”makasih ya Winda and maaf soal sikapkumemarin”kata cahaya meminta maaf pada Winda dan mereka berpelukan yang beberapa hari terlepas dari diri mereka”ok yang penting” “you my best friend”ucap mereka serempak. (Tyas)

1 komentar:

Jurnalis FH

Jurnalis FH
Thank you for visit penuliscilikbisa.blogspot.com...Terima kasih sudah berkunjung di penuliscilikbisa.blogspot.com